Ya Allah, berilah aku cinta-Mu, cintanya orang yang mencintai-Mu, dan cintanya orang yang mendekatkan diriku pada-Mu. Jadikan cinta kepada-Mu lebih aku cintai daripada air yang sejuk. Aamiin.
Malam ini aku mau cerita. Beberapa pekan lalu, akhirnya aku mengambil tes TOEFL. Berbekal nonton Netflix dengan subtitle bahasa inggris... "hmm kayaknya bisa listening- nya" wkwkwkwk sok sokan banget :') cuman yaudah akhirnya latihan soal-soal (walaupun banyak tidurnya) dan sampailah di hari ujian. Saat kelas kami sedang serius mendengarkan percakapan yang ternyata sangat 'mblurek' atau ---aku bingung juga menggambarkannya--- tiba tiba percakapan di- pause . Ada peserta yang baru datang. Ketika masuk, masnya malah senyam senyum lalu gerakannya super lambat..... (mana mukanya kayak penyanyi dangdut inisial SJ) *HhhhhHh* ditengah kejulidanku tiba-tiba kasetnya diputar kembali langsung " Question number 3 " oke fokusku buyar... apa ya jawaban pertanyaan sebelumnya wkwkwkwk ini hikmah pertama, mylov... jangan kebanyakan julid~ kalau listening walaupun ada yang terlambat soal akan langsung di- resume , ga akan diulang dari awal lagi *yaiyalaaah* ya ...
Antara Mendung dan Bias Pelangi By: Hana Septi Ariani “Bi, gue ga ngerti sama matematika hari ini.. Ajarin gue ya?” “Boleh aja sih. Nanti gue ke rumah lo deh kayak biasanya..” “Sip, gue tunggu ya Bi!” *** Kenalin, nama gue Bian Zayyas. Panggil aja Bias. Nggak kerasa, ini sudah tahun ketiga gue berada di sekitar lawan bicara gue barusan. Seorang perempuan istimewa, namanya Lanti. Gue bukan pacarnya, namun lebih spesial dari itu. Gue bisa dibilang, ehm sahabatnya. Kalo banyak diantara kalian yang nggak percaya bahwa laki-laki dan perempuan bisa murni sahabatan, kalian harus tahu kalau statement tersebut..... sialnya benar. Dan dalam kasus ini, gue yang jatuh duluan. *** “Bi, lo harus tau kalo si Kuci akhirnya melahirkan! Gue seneng banget, habis kemaren tuh kaya kesakitan, gue ga tega liatnya.. Alhamdulillah deh blablabla..” “Yaudah, ini nomor duanya dilanjutin dulu” “Yah Bias, gak asik ah!” Sebenarnya, gue selalu seneng kalo denger Lanti cerita. Tentang ...
[Aku menemukan tulisan ini di draft. Tulisanku saat masih nyantri :') kangen juga..] Suatu siang disebuah halaqoh kecil ada seseorang yang tanya. "Ukhti.. pernah jatuh cinta ga?" Temen-temennya yang lain langsung pada nyorakin, karena dianggep nanya pertanyaan yang.. privasi. Terus yang ditanya diem. Ga marah lah. Cuma bingung mau jawab apa.. Mereka toh juga bukan anak kecil lagi, dan emang udah masa2 puber gitu :p Jelas penasaran sama yang namanya cinta. "Ehm.." yang ditanya mulai buka suara. Adek2 disekitarnya langsung saling sikut supaya suasana jadi tenang. "Haha.. biasa aja kali, ukhti juga pernah kok jatuh cinta dek.." "cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee" heboh deh. "yang namanya cinta itu wajar kok, ga dilarang, cuma tergantung gimana nanggepinnya aja, kalian juga pasti udah pernah ngerasain kan? hehe.." "Lah maksudnya gimana ti? " "Misalnya kamu lagi suka sama orang, eh orangnya juga respon lah ke kamunya. Terus dia...
Komentar
Posting Komentar