Postingan

My favorite!

Izin share tulisan Salim A. Fillah dalam bukunya " Jalan Cinta Para Pejuang " dari halaman 103. Ini termasuk favorit saya, buat yg belum baca, this book is very recommended! :) Ia pemuda biasa. Lahir dari keluarga miskin lagi pengungsi. Ia bermimpi untuk melawan kezhaliman yang mencakar koyak wajah bumi para Nabi, tanah kelahirannya, sejak pertengahan abad lalu. Suatu hari masih dalam sengatan mimpinya, ia bersama teman-temannya membuat sebuah acara kemah ketangkasan di pantai Gaza. Dan dari sanalah kisah menakjubkan itu dimulai. Di akhir acara mereka berlomba, mereka saling adu ketahanan. Siapa bisa melakukan head-stand, berdiri dengan kepala dalam jangka waktu terlama, dialah sang pemenang. Sang pemenang berhak digendong bergantian selama perjalanan pulang. Tiap menit, satu demi satu peserta menyerah. Lalu tinggallah dia sendiri, pemuda itu. Dia masih terus bertumpu di atas kepalanya bahkan sampai beberapa jam kemudian! Gila! Teman-temannya berseru-seru. Tapi ia tak beran...

time flies

Waktu cepet banget berganti. Nggak kerasa deh. Kayak baru dari smp masuk tks, ketemu temen-temen baru, pengalaman baru, jadi ketua kamar mungkin gpp, giliran ditunjuk jadi ketua muhadoroh dlm hatiku-->muhadoroh tuh apa gangerti juga... haha lucu banget kalo inget itu. Alhamdulillah bisa menjalankannya dengan baik. Terus kelas 4 ngurusin konsul, masuk kesket juga. Bener-bener tahun yang padat, dekoooooooorrrr sampe malem udah biasa, maata berkantong kaya panda, udah ga heran. Tapi semuanya bener2 bermakna soalnya banyak dapet ilmu dari uhti2nya juga, kalo ga ngerti cara bikin ini diajarin, ah pokonya nyenengin deh kalo dikenang. Kelas 5, JDERR! bagai kilat disiang bolong ada amanah yang luar biasa besarnya bagiku. Sedih juga sih takut mengecewakan. Tapi aku inget, aku kan ga sendirian. I'll do my best, and Allah will take the rest. Bismillah. Dan ternyata sekarang aku sudah melalui semua itu. Alhamdulillah Ya Allah.. Dan sekarang, ga terasa.. udah masuk tahun terakhir, Insya Alla...

...

"Hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya . Percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang ia akan kembali sendiri padamu. Banyak sekali para pecinta di dunia ini yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. Malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia menggenggamnya erat-erat" (diambil dari "Eliana", karangan Tere-Liye)

DOA

Ya Allah, berilah aku cinta-Mu, cintanya orang yang mencintai-Mu, dan cintanya orang yang mendekatkan diriku pada-Mu. Jadikan cinta kepada-Mu lebih aku cintai daripada air yang sejuk. Aamiin.

Coming Back Home

Gambar
Sudah dua minggu Ia dibuat resah. Menunggu kedatangan seseorang. Namun tak kunjung muncul batang hidungnya. Setiap hari Ia tak lelah menanti, disertai doa kepada Sang Penggenggam Jiwa untuk melindungi seorang laki-laki yang baru seminggu menyematkan cincin di jarinya. Suami yang Ia cintai. "Tante jangan murung dong" suara keponakannya, Ken berusaha menghibur. "Daripada tante bengong, dan mumpung ga ada pembeli mendingan Tante bantuin Ken bikin ini" kata Ken sambil menunjuk Teru-teru Bozu miliknya. "Menurut orang Jepang, ini bisa menangkal hujan lho tan! Hmm.. dan semoga Om juga gampang turun gunungnya." Ia berusaha tersenyum pada keponakannya. Tapi Ia tak percaya pada tradisi jepang itu. Suaminya adalah seorang dokter relawan. Kemarin Ia ditugaskan untuk menyelamatkan pendaki yang hilang. Namun sampai sekarang belum ketahuan rimbanya. Ia khawatir suaminya juga ikut hilang! Sore hari, saat matahari mulai mengeluarkan semburat merahnya. Ia menutup Toko Bung...

Moonlight Drops

Gambar
Malam itu Ia membisu di depan jendela kamarnya yang dibiarkan terbuka. Tangannya bergerak bebas diatas secarik kertas. Entah apa yang Ia tulis disana. Ternyata.. hanya coretan tanpa makna. Dia berada disana. Namun tidak dengan pikirannya. Melayang kesegala arah? Sangat mungkin. Lalu Ia menghentikan gerak Sang Pena. Menciptakan jeda yang sunyi. Ia menengadahkan wajahnya yang bersih. Lalu menatap nanar keluar jendela. Disana ada rembulan.. berpendar indah dengar cahayanya. Namun, keindahan itu memilukan.. Mengingatkannya akan sekelumit kepedihan yang telah Ia kubur di tempar terdalam. Tes.. ada yang mengalir membasahi pipinya. Ia tak melakukan apapun. Ia biarkan buliran itu mengalir hingga jatuh. Cukup satu. Tidak lebih. Sambil tersenyum getir, Ia mengambil pena dan mulai menulis.. "Halo rembulan.. bagaimana kabarmu?" Tes.. bulir kedua jatuh ke bumi.

Too Bad

There's a trouble with me so I can't get my first astrophotography hiksss.. maybe next time Han :) Cheer Up! Jadi buat kalian yang bisa dapet fotonya Total Lunar Eclipseee! How lucky you are! hehe. Oh iya sekarang di blog ini aku juga akan posting tentang cerita2 pendek yang iseng2 kutulis. Yah moga2 aja bagus deh ya hehe. Baca yaaa yg ada label #shortstory nya! Ok and leave your cmmnts too please :) See ya and Hv a nice day!